Mau Tahu Cara Jualan Online Tanpa Repot? Miliki Paket Bisnis Toko Online Siap Pakai

Bisnis Toko Online begitu berkembang pesat akhir-akhir ini, siapa yang tidak kenal nama-nama seperti Tokopedia, TokoBagus, Berniaga, Bhinneka, Lazada, Zalora, Rakuten atau salah satu pendatang baru yaitu Jogglo. Ya, merekalah para pemimpin pasar di Industri E-Commerce Indonesia. Mereka berperan sangat penting dalam perkembangan jual beli online saat ini.
Beberapa dari perusahaan besar tersebut membuka kesempatan untuk siapa saja yang mencari tempat jualan online untuk memasarkan barangnya. Sebagian besar layanan yang mereka berikan adalah gratis, sehingga memudahkan orang yang ingin membuka toko online. Tentu saja ini bisa menjadi solusi bagi pemula yang mencari cara dapat uang dari internet.
Tapi bagi anda yang serius untuk secara profesional memiliki bisnis toko online berskala besar yang berpotensi menghasilkan profit ratusan juta hingga milyaran rupiah (bukan sekedar income tambahan), maka anda perlu berpikir ulang mencari platform yang lain.

Berikut beberapa komponen yang perlu anda perhatikan untuk membangun Bisnis Toko Online Skala Global :

# Komponen 1 – Website Toko Online

Website Toko Online adalah pengganti keberadaan anda di Internet.
Ini adalah tempat di mana calon pembeli bisa melihat produk anda, mempelajarinya dan memesannya.

Pada website toko online biasanya terdapat :
1. Foto-foto dan deskripsi produk.
2. Tombol pemesanan agar calon pembeli bisa memesan & menambahkannya ke keranjang belanja.
3. Cara memesan & pembayaran produk.
4. Kontak info agar calon pembeli bisa menghubungi anda kalau ada pertanyaan.

Hal ini biasanya sudah cukup untuk kebanyakan orang. Namun bagi anda yang mau membangun bisnis toko online kelas dunia, website anda harus support multi bahasa. Karena calon pembeli akan datang dari seluruh dunia.
Website toko online anda harus bisa menunjang minimal bahasa utama di dunia seperti :
– bahasa Inggris
– bahasa Cina
– bahasa Rusia
– bahasa Spanyol
– bahasa Jepang
– bahasa Prancis
– bahasa Indonesia (tentu saja juga pakai bahasa Indonesia karena negara kita juga pasar internet yang potensial)
– dll

Dengan mempunyai website toko online kelas dunia, anda akan lebih siap menghadapi ancaman AFTA (ASEAN Free Trade Area) yaitu perjanjian perdagangan bebas ASEAN yang akan berlaku pada tahun 2015 ini. Dimana hanya akan ada satu pasar dan basis produksi dengan lima elemen utama, yaitu aliran bebas barang, bebas jasa, bebas investasi, aliran modal dan aliran bebas tenaga kerja terampil.

Siapkah anda bersaing? Masihkah anda berkutat pada bisnis toko online skala lokal?
Continue reading

Cara Dapat Uang Dari Internet Lewat eCommerce

Trend Bisnis Online meningkat pesat beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya jumlah pengguna Internet di Indonesia. Begitu banyak penawaran bisnis online yang kita temui sehari-hari. Sebagian dari kita mungkin belum berani memutuskan untuk mulai ambil bagian dalam trend ini. Penyebab utamanya adalah bukan karena kurangnya informasi tapi karena overload informasi. Semua penawaran bisnis online mengklaim mereka memiliki cara-cara yang mudah untuk dapat uang dari internet.

Jika anda googling, ketik keyword “bisnis online” maka akan ditemukan begitu banyak hasil pencarian. Tentu anda harus pintar-pintar memilih bisnis online mana yang prospektif, minim kompetitor, dan tentu saja bebas penipuan.

Jenis bisnis online banyak macamnya, antara lain :
# Affiliate marketing (menjual produk orang lain : bisa berupa produk fisik maupun digital misalnya produk download seperti software, ebook, tutorial, dll),
# Toko Online (eCommerce : tipe bisnis online ini salah satu yang sangat booming, buktinya adalah mulai masuknya raksasa eCommerce Indonesia seperti TokoBagus di iklan TV),
# Dropshipping (bisnis tanpa stok barang, karena ada supplier yang akan handle semuanya : dari penyediaan barang sampai pengiriman ke customer),
# MLM Online (membangun network / jaringan secara online)
# Advertising Online, (menyediakan space di blog / web untuk para pemasang iklan, contoh menjadi Publisher di PPC, dll)
# Masih banyak lagi yang lain
Continue reading